Selasa, 25 Februari 2020

Iman, Pengandalan dan Doa mematahkan Kekuatiran

Kekuatiran seringkali merupakan persoalan yang sangat mengganggu anak-anak Allah. Kekuatiran sebenarnya hanya merupakan suatu gejolak jiwa yang sementara. Kekuatiran timbul karena kita takut apa yang terjadi, tidak sesuai dengan apa yang kita harapkan. Karena keinginan merupakan suatu siklus yang berputar terus, maka kekuatiran akan selalu membayangi kita. Ini tidak bisa dihindari, yang penting adalah bagaimana kita mengelola kekuatiran ini agar tidak menjatuhkan iman kita dan membawa kita ke dalam dosa. Kekuatiran ini sebenarnya juga sangat berkaitan atau berbanding terbalik dengan tingkat iman atau kepercayaan kita. Jika iman kita kuat, kekuatiran kita akan lemah atau sedikit, sebaliknya bila iman kita lemah, kekuatiran ini akan memberati diri kita.

Berikut adalah beberapa nas Alkitab yang dapat menjadi pedoman untuk mematahkan kekuatiran: 

  1. Matius 6:25-34, tentang Hal kekuatiran. "Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai. Bukankah hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian? Pandanglah burung-burung di langit, yang tidak menabur dan tidak   menuai dan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung, namun diberi makan oleh Bapamu yang di sorga. Bukankah kamu jauh melebihi burung-burung itu? Siapakah di antara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta saja pada jalan hidupnya? Dan mengapa kamu kuatir akan pakaian? Perhatikanlah bunga bakung di ladang, yang tumbuh tanpa bekerja dan tanpa memintal, namun Aku berkata kepadamu: Salomo dalam segala kemegahannyapun tidak berpakaian seindah salah satu dari bunga itu. Jadi jika demikian Allah mendandani rumput di ladang, yang hari ini ada dan besok dibuang ke dalam api, tidakkah Ia akan terlebih lagi mendandani kamu, hai orang yang kurang percaya?  Sebab itu janganlah kamu kuatir dan berkata: Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai? Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu.Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu. Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari."
  2. Lukas 12:22-34 (lihat Matius 6:25-34, di atas)
  3. Filipi 4:6, “Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucap syukur.”
Jadi dalam menghadapi kekuatiran, dapat kita simpulkan sebagai berikut.
  1. Nyatakanlah kekuatiran kita kepada Allah dalam doa yang sepenuh hati secara terus menerus dan dengan penuh rasa syukur.
  2. Taruhkanlah iman dan pengandalan kita kepada Tuhan
  3. Katakan dan yakinkan diri kita, bahwa kekuatiran adalah suatu kebiasaan yang buruk, dan kita akan mampu merubahnya dengan pertolongan Allah.
  4. Katakan dan yakinkan pada diri kita, bahwa Tuhan ada bersama-sama kita. Nyatakan hal ini sejak kita bangun tidur
  5. Letakkanlah kekuatiran kita hari ini dalam tangan Tuhan, apapun yang terjadi, karena semua yang terjadi adalah berdasarkan kehendak dan perkenan Tuhan, dan itu yang terbaik.
  6. Berlatihlah untuk senantiasa berpikir positif. Jangan pernah mengatakan “…Aah. Hari ini sulit, itu sulit…”, tapi nikmatilah hari ini. Dengan pertolongan Tuhan saya akan dapat mengatasi masalah atau tantangan ini.
  7. Bayangkan dan tanamkan dalam diri kita bahwa Tuhan adalah sahabat kita dan akan berjalan bersama-sama kita, di sisi kita

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Indahnya Memberi - Indahnya Berbagi. Bahagianya Memberi

Seorang dosen yang dikenal bijaksana, tengah berjalan santai bersama seorang mahasiswa di taman kampus. Tidak lama keduanya melihat ada sepa...