Bagian Alkitab :
Marilah kita bersukacita dan bersorak-sorai, dan memuliakan
Dia! Karena hari perkawinan Anak Domba telah tiba, dan pengantin-Nya telah siap
sedia. (Wahyu 19:7)
Pengajaran
Tujuan kepercayaan kita, digambarkan sebagai perumpamaan
tentang pernikahan Sang Anak Domba. Di dalam Wahyu 22:17 disebutkan: “Roh dan
pengantin perempuan itu berkata: Marilah!” Mari kita menghubungkan seruan ini dengan
tujuan kepercayaan kita. Setelah kita disentakkan pada saat Yesus (Pengantin Lelaki jiwa kita) menyatakan diri-Nya, kita ingin mengalami persekutuan yang membahagiakan
bersama Pengantin lelaki jiwa kita tersebut. Janji ini dinyatakan Tuhan Yesus menjelang
pengurbanannya di atas kayu Salib. “Ya Bapa, Aku mau supaya, dimana pun Aku
berada, mereka juga berada bersama-sama Aku, mereka yang Engkau berikan
kepada-Ku, agar mereka memandang kemuliaan-Ku yang telah Engkau berikan
kepada-Ku, sebab engkau telah mengasihi Aku sebelum dunia dijadikan.” (Yohanes
17:24). Penggenapan janji yang mulia dan luar biasa inilah, yang menjadi permohonan
yang senantiasa kita panjatkan dengan penuh kerinduan.
Persekutuan dengan Tuhan digambarkan sebagai pernikahan Sang Anak Domba dan terdapat di kitab Wahyu 19:6-9, yang tertulis sebagai berikut: "Lalu aku mendengar seperti suara himpunan besar orang
banyak, seperti desau air bah dan seperti deru guruh yang hebat, katanya:
Haleluya! Karena Tuhan, Allah kita, Yang Mahakuasa, telah menjadi raja. Marilah kita bersukacita dan bersorak-sorai, dan
memuliakan Dia! Karena hari perkawinan Anak domba telah tiba, dan pengantin-Nya
telah siap sedia. Dan kepadanya dikaruniakan supaya memakai kain lenan
halus yang berkilau-kilauan dan yang putih bersih! (Lenan halus itu adalah
perbuatan-perbuatan yang benar dari orang-orang kudus). Lalu ia berkata kepadaku: Tuliskanlah: berbahagialah
mereka yang diundang ke perjamuan kawin Anak Domba. Katanya lagi kepadaku:
Perkataan ini adalah benar, perkataan-perkataan dari Allah.
Selain di kitab Wahyu, di bagian lain Alkitab, hanya sedikit
yang menyebut Kristus sebagai Anak Domba. Yohanes Pembaptis adalah orang
yangmengatakan: “Lihatlah Anak Domba Allah, yang menghapus dosa dunia!”
(Yohanes 1:29) Sebagai Anak domba Allah, Tuhan telah mengurbankan diri-Nya
untuk sidang jemaat-Nya. Ia telah memberikan hidup-Nya untuk sidang jemaat-Nya
dan memberikan tenaga untuk kita dapat menjadi pemenang, karena Ia telah menang
atas setan dan pengikutnya.
Pada ayat-ayat yang telah disebutkan di atas, menunjuk bahwa
Kristus adalah sebagai Sang Anak Domba, dan sekaligus sebagai Pengantin Laki-laki.
Tuhan Yesus pun, secara tersirat juga telah menyatakan secara tidak langsung
tentang diri-Nya sebagai Pengantin Laki-laki. Dapatkah sahabat-sahabat mempelai
laki-laki berdukacita selama mempelai itu bersama mereka? Tetapi waktunya akan
datang mempelai itu diambil dari mereka…” (bandingkan Matius 9:14-15).
Sekali lagi Yohanes Pembaptis menyebut Yesus sebagai
Mempelai Laki-laki: “Yang empunya mempelai perempuan, ialah mempelai laki-laki,
yang berdiri dekat dia dan mendengarkannya, sangat bersukacita mendengar suara
mempelai laki-laki itu. Itulah sukacitaku, dan
sekarang sukacitaku itu penuh.” (Yohanes 3:29)
Pada saat pernikahan
Sang Anak Domba, Kristus bersatu dengan semua sidang jemaat-Nya, para sulung, yang di dalam alkitab dinyatakan dengan jumlah 144.000 orang, untuk
selama-lamanya. Tergenapkanlah apa yang tertulis dalam Yohanes 17:24, “para
milik-Nya akan berada bersama-sama dengan-Nya dan mereka akan memandang
kemuliaan-Nya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar