Rabu, 26 Februari 2020

Pernikahan Sang Anak Domba


Bagian Alkitab :

Marilah kita bersukacita dan bersorak-sorai, dan memuliakan Dia! Karena hari perkawinan Anak Domba telah tiba, dan pengantin-Nya telah siap sedia. (Wahyu 19:7)

Pengajaran

Tujuan kepercayaan kita, digambarkan sebagai perumpamaan tentang pernikahan Sang Anak Domba. Di dalam Wahyu 22:17 disebutkan: “Roh dan pengantin perempuan itu berkata: Marilah!” Mari kita menghubungkan seruan ini dengan tujuan kepercayaan kita. Setelah kita disentakkan pada saat Yesus (Pengantin Lelaki jiwa kita) menyatakan diri-Nya, kita ingin mengalami persekutuan yang membahagiakan bersama Pengantin lelaki jiwa kita tersebut. Janji ini dinyatakan Tuhan Yesus menjelang pengurbanannya di atas kayu Salib. “Ya Bapa, Aku mau supaya, dimana pun Aku berada, mereka juga berada bersama-sama Aku, mereka yang Engkau berikan kepada-Ku, agar mereka memandang kemuliaan-Ku yang telah Engkau berikan kepada-Ku, sebab engkau telah mengasihi Aku sebelum dunia dijadikan.” (Yohanes 17:24). Penggenapan janji yang mulia dan luar biasa inilah, yang menjadi permohonan yang senantiasa kita panjatkan dengan penuh kerinduan.

Persekutuan dengan Tuhan digambarkan sebagai pernikahan Sang Anak Domba dan terdapat di kitab Wahyu 19:6-9, yang tertulis sebagai berikut: "Lalu aku mendengar seperti suara himpunan besar orang banyak, seperti desau air bah dan seperti deru guruh yang hebat, katanya: Haleluya! Karena Tuhan, Allah kita, Yang Mahakuasa, telah menjadi raja. Marilah kita bersukacita dan bersorak-sorai, dan memuliakan Dia! Karena hari perkawinan Anak domba telah tiba, dan pengantin-Nya telah siap sedia. Dan kepadanya dikaruniakan supaya memakai kain lenan halus yang berkilau-kilauan dan yang putih bersih! (Lenan halus itu adalah perbuatan-perbuatan yang benar dari orang-orang kudus). Lalu ia berkata kepadaku: Tuliskanlah: berbahagialah mereka yang diundang ke perjamuan kawin Anak Domba. Katanya lagi kepadaku: Perkataan ini adalah benar, perkataan-perkataan dari Allah.

Selain di kitab Wahyu, di bagian lain Alkitab, hanya sedikit yang menyebut Kristus sebagai Anak Domba. Yohanes Pembaptis adalah orang yangmengatakan: “Lihatlah Anak Domba Allah, yang menghapus dosa dunia!” (Yohanes 1:29) Sebagai Anak domba Allah, Tuhan telah mengurbankan diri-Nya untuk sidang jemaat-Nya. Ia telah memberikan hidup-Nya untuk sidang jemaat-Nya dan memberikan tenaga untuk kita dapat menjadi pemenang, karena Ia telah menang atas setan dan pengikutnya.

Pada ayat-ayat yang telah disebutkan di atas, menunjuk bahwa Kristus adalah sebagai Sang Anak Domba, dan sekaligus sebagai Pengantin Laki-laki. Tuhan Yesus pun, secara tersirat juga telah menyatakan secara tidak langsung tentang diri-Nya sebagai Pengantin Laki-laki. Dapatkah sahabat-sahabat mempelai laki-laki berdukacita selama mempelai itu bersama mereka? Tetapi waktunya akan datang mempelai itu diambil dari mereka…” (bandingkan Matius 9:14-15).

Sekali lagi Yohanes Pembaptis menyebut Yesus sebagai Mempelai Laki-laki: “Yang empunya mempelai perempuan, ialah mempelai laki-laki, yang berdiri dekat dia dan mendengarkannya, sangat bersukacita mendengar suara mempelai laki-laki itu. Itulah sukacitaku, dan  sekarang sukacitaku itu penuh.” (Yohanes 3:29)

Pada saat pernikahan  Sang Anak Domba, Kristus bersatu dengan semua sidang jemaat-Nya, para sulung, yang di dalam alkitab dinyatakan dengan jumlah 144.000 orang, untuk selama-lamanya. Tergenapkanlah apa yang tertulis dalam Yohanes 17:24, “para milik-Nya akan berada bersama-sama dengan-Nya dan mereka akan memandang kemuliaan-Nya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Indahnya Memberi - Indahnya Berbagi. Bahagianya Memberi

Seorang dosen yang dikenal bijaksana, tengah berjalan santai bersama seorang mahasiswa di taman kampus. Tidak lama keduanya melihat ada sepa...