BACAAN ALKITAB
Sebab Aku berkata-kata bukan dari diri-Ku sendiri, tetapi Bapa, yang mengutus Aku,Dialah yang memerintahkan Aku untuk mengatakan apa yang harus Aku katakan dan Aku sampaikan. Dan Aku tahu, bahwa perintah-Nya itu adalah hidup yang kekal. Jadi apa yang Aku katakan, Aku menyampaikannya sebagaimana yang difirmankan oleh Bapa kepada-Ku.” (Yohanes 12:49-50)
PENGAJARAN
Injil Yohanes mengisahkan tentang pengurapan Yesus di Betania dan perhentian-Nya di Yerusalem untuk mengikuti perayaan Paskah. Ia masuk ke Yerusalem dengan disambut sorak-sorai oleh orangorang Yahudi, bahkan orang-orang Yunani, yakni orang-orang kafir (non-Yahudi), juga ingin melihat Dia (Yoh. 12:1-26). Kemudian Yesus berbicara tentang kematian-Nya, yang berarti juga perpisahan dengan murid-murid-Nya, dimana melalui kematiaan-Nya Sang Putra Allah, akan ditinggikan dan sebagai bukti akan kedegilan hati umat Israel (Yoh. 12:27-44)
Pernyataan Allah Akan Pengutusan Yesus
Bagian penutup pasal ini adalah perkataan Yesus yang menyatakan tentang firman-Nya sebagai penghakiman, dari mana nas Alkitab kita diambil (Yoh. 12: 44-50). Dasar pemikirannya adalah bahwa firman Yesus tidak lain adalah firman Allah; apa
yang Ia beritakan, Ia katakan di dalam na-
ma Bapa.
Ketika manusia telah jatuh ke dalam dosa, Allah telah menyatakan kepada iblis, "Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini, antara keturunanmu dan keturunannya; keturunannya akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukkan tumitnya." Aku akan mengadakan permusuhan antara kamu dengan perempuan ini, dan di antara keturunanmu dan keturunanya. (Kejadian 3;15). Dari firman ini tersirat bahwa Allah akan mengutus seorang juruselamat, yang nyata dalam diri Tuhan Yesus, karena Allah tidak ingin manusia tetap dalam dosa, karena upah dosa adalah maut, terpisah dari Allah.
Pernyataan Allah ini tidak hanya dinyatakan Allah sendiri, setelah manusia jatuh dalam dosa, tetapi pada waktu selanjutnya, Allah juga menyatakan-Nya melalui para Nabi. Dan ketika Yesus sudah datang ke dunia, pesan keselamatan dalam diri Tuhan Yesus ini diulangi lagi oleh Allah, ketika Yesus mendapatkan karunia Roh kudus setalah dibaptis oleh Yohanes Pembaptis di tepi sungai Yordan. Saat itu Allah menyatakan, "...Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepadanya Aku berkenan." (Matius 3:17). Demikian juga saat Tuhan Yesus dipermuliakan di atas gunung, dihadapan Musa dan Elia, serta ketiga murid-Nya yaitu Petrus, Yakobus dan Yohanes, Allah sekali lagi menyatakan, "...inilah Anak yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan, dengarkanlah Dia." (Matius 17:5). Di sini sekali lagi Allah menegaskan bahwa keselamatan hanya di dapat melalui iman kepada Tuhan Yesus dan mengikuti-Nya. Hadirnya Musa dan Elia yang mewakili mereka yang sudah di alam baka dan Petrus, Yakobus serta Yohanes yang mewakili mereka yang masih ada di bumi, bukan tanpa alasan. Dengan kehadiran-Nya saat Yesus dipermuliakan dan mereka mendengar dan melihatnya sendiri, dikemudian hari mereka pun diharapkan untuk dapat menjadi saksi bagi rencana pekerjaan keselamatan dalam diri Tuhan Yesus. Dan memang, khususnya bagi murid-murid Yesus, mereka benar-benar menjadi saksi-saksi Kristus yang sejati dan setia.
Yesus sebagai saksi Allah
Selanjutnya ketika Yesus membicarakan tentang rumah Bapa, dimana kemudian Thomas menyatakan bahwa ia tidak tahu jalan ke situ, Yesus mengatakan, "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang ke Bapa, jika tidak melalui Aku"(Yohanes 14:5-6). Di sini Yesus menyiratkan dan memberi kesaksian bahwa Dia-lah jalan untuk menuju persekutuan kembali dengan Allah agar manusia dapat memperoleh hidup yang kekal.
Kesaksian Yesus atas pengutusan-Nya dan apa yang dikatakan oleh Yesus adalah "Ya" dan "Amin". "Sebab Aku berkata-kata bukan dari diri-Ku sendiri, tetapi Bapa, yang mengutus Aku, Dialah yang memerintahkan Aku untuk mengatakan apa yang harus Aku katakan dan Aku sampaikan. Dan Aku tahu, bahwa perintah-Nya itu adalah hidup yang kekal. Jadi apa yang Aku katakan, Aku menyampaikannya sebagaimana yang difirmankan oleh Bapa kepada-Ku.” (Yohanes 12:49-50)
Yesus, adalah saksi sejati dari Sang Bapa. Ia diutus untuk membawa keselamatan bagi manusia. Berkat kurban-Nya, manusia yang telah terpisah dari Allah karena dosa, dapat kembali memiliki kemungkinan untuk datang kepada-Nya. Tetapi Ia memberikan prasyarat-prasyarat kepada manusia untuk dapat meraih keselamatan, yaitu :
- Percaya kepada Yesus Kristus dan mengikuti-Nya, adalah syarat yang mutlak untuk dapat datang kepada Allah (Yoh. 14:6).
- Menerapkan Injil dalam kata dan perbuatan. "Jawab Yesus: "Jika seorang mengasihi Aku, ia akan menuruti firman-Ku dan Bapa-Ku akan mengasihi Dia dan kami akan datang kepadanya dan diam bersama-sama dengan dia. Barangsiapa tidak mengasihi Aku, ia tidak menuruti firman-Ku; dan firman yang kamu dengar itu bukanlah dari pada-Ku, melainkan dari Bapa yang mengutus Aku." (Yohanes 14:23-24)
Kesetiaan dan ketekunan Yesus dalam melaksanakan tugas dari Allah Sang Bapa, sebagai saksi atas rencana pekerjaan keselamatan-Nya, sekaligus sebagai juruselamat dan jalan untuk dapat masuk ke dalam keselamatan kekal, termasuk saat Ia harus mengalami penderitaan dan kesengsaraan-Nya, adalah ungkapan kasih-Nya kepada Allah dan manusia. Ia ingin agar manusia dapat memperoleh kelepasan dari perhambaan dosa, sehingga Ia pun berkenan menunjukkan jalan kepada manusia untuk dapat meraihnya.
Roh Kudus sebagai saksi
Sebelum Yesus kembali kepada Sang Bapa dan meninggalkan murid-murid-Nya, Ia telah berjanji bahwa Ia akan meminta kepada Sang Bapa, Penolong yang lain dan Roh Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan mengajar dan mengingatkan kembali akan tugas atau misi Tuhan Yesus datang ke muka bumi, yaitu untuk menjadi juruselamat dan penebus bagi dosa-dosa manusia. "tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu" (Yohanes 14:26).
Tuhan Yesus juga menyatakan bahwa Roh Kudus akan memberikan kesaksian akan tugas dan apa yang diajarkan Tuhan Yesus. Roh Kudus juga akan membawa dan menuntun manusia kepada Yesus, Sang Kebenaran, "Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran, sebab Ia tidak berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengar-Nya itulah yang akan dikatakan-Nya dan Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang. Ia akan memuliakan Aku, sebab Ia akan memberitakan kepadamu apa yang diteriman-Nya dari pada-Ku. Segala sesuatu yang Bapa punya, adalah Aku punya; sebab itu Aku berkata: Ia akan memberitakan kepadamu apa yang diterima-Nya dari pada-Ku." (Yohanes 16:13-15)
Janji Tuhan ini tergenapi saat Pentakosta. Roh Kudus turun dan memenuhi murid-murid Tuhan, yang kemudian menjadi rasul-rasul-Nya. Roh Kudus inilah yang memimpin para pendosa ke dalam seluruh kebenaran. Roh Kudus adalah Saksi yang setia dan benar dari Yesus Kristus:
Tuhan Yesus juga menyatakan bahwa Roh Kudus akan memberikan kesaksian akan tugas dan apa yang diajarkan Tuhan Yesus. Roh Kudus juga akan membawa dan menuntun manusia kepada Yesus, Sang Kebenaran, "Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran, sebab Ia tidak berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengar-Nya itulah yang akan dikatakan-Nya dan Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang. Ia akan memuliakan Aku, sebab Ia akan memberitakan kepadamu apa yang diteriman-Nya dari pada-Ku. Segala sesuatu yang Bapa punya, adalah Aku punya; sebab itu Aku berkata: Ia akan memberitakan kepadamu apa yang diterima-Nya dari pada-Ku." (Yohanes 16:13-15)
Janji Tuhan ini tergenapi saat Pentakosta. Roh Kudus turun dan memenuhi murid-murid Tuhan, yang kemudian menjadi rasul-rasul-Nya. Roh Kudus inilah yang memimpin para pendosa ke dalam seluruh kebenaran. Roh Kudus adalah Saksi yang setia dan benar dari Yesus Kristus:
- Ia memberitakan keselamatan di dalam Yesus Kristus kepada manusia.
- Ia memberitakan dan senantiasa mengingatkan manusia akan kedatangan Yesus kembali, agar kita sebagai calon para imam dan raja-raja dalam kerajaan damai seribu tahun, dapat mempersiapkan diri.
- Ia mendampingi pendosa dan menuntunnya ke dalam kebenaran.
Kelompok Rasul sebagai saksi
Pada perayaan hari Pentakosta, Roh Kudus yang dijanjikan Yesus, datang dan memenuhi murid-murid-Nya. Seketika itu juga para murid-Nya dapat berbicara dengan berbagai bahasa sesuai dengan bahasa masing-masing orang yang datang pada perayaan Pentakosta, saat itu. Mereka bersaksi dengan penuh keberanian dan semangat mengabarkan Injil Kristus dan pengajaran Yesus. Mereka bersaksi dengan penuh keberanian akan apa yang mereka lihat dan dengar, ketika bersama-sama dengan Yesus, tanpa memperdulikan resiko dan bahaya yang mengancam mereka. Bahkan Petrus dan Yohanes berani bersaksi akan hal ini dihadapan Mahkamah Agama, "dan keselamatan tidak ada di dalam siapa pun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolom langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan." (Kisah Para Rasul 4:12). Ketika mereka berdua dilarang untuk berbicara dan mengajar lagi dalam nama Yesus, mereka menjawab, "Sebab tidak mungkin bagi kami untuk tidak berkata-kata tentang apa yang kami lihat dan kami dengar."(Kisah Para Rasul 4:20)
Pada masa ini, kelompok Rasul masih bekerja di dalam kuasa Roh Kudus sebagai saksi Yesus yang setia dan sejati. Mereka memberitakan Injil Kristus, sebagaimana yang ditugaskan oleh Yesus, "Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman."(Yohanes 28:19-20)
Itulah sebabnya, sebagaimana halnya dengan para Rasul yang awal, para Rasul pada masa sekarang, bekerja dalam kuasa Roh Kudus untuk,
Pada masa ini, kelompok Rasul masih bekerja di dalam kuasa Roh Kudus sebagai saksi Yesus yang setia dan sejati. Mereka memberitakan Injil Kristus, sebagaimana yang ditugaskan oleh Yesus, "Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman."(Yohanes 28:19-20)
Itulah sebabnya, sebagaimana halnya dengan para Rasul yang awal, para Rasul pada masa sekarang, bekerja dalam kuasa Roh Kudus untuk,
- memberitakan Injil Kristus
- menjadikan semua bangsa menjadi murid Yesus Kristus
- menunjukkan jalan satu-satunya yang mengarahkan kepada persekutuan dengan Allah, melaui iman dan pengikutan kepada Yesus Kristus.
- mempersiapkan, mereka yang telah dilahirkan kembali, untuk penyatuan mereka dengan Yesus Kristus pada kedatangan-Nya kembali
- mempersiapkan orang-orang percaya, menjadi para imam dan raja-raja di dalam kerajaan damai.
Sidang jemaat sebagai saksi Yesus
Sebagai para pendosa, kita dipanggil dan dipilih, tidak hanya untuk menerima belas kasihan, kemurahan dan karunia kelepasan dan keselamatan, tetapi kita juga dipanggil dan dipilih untuk menjadi saksi Yesus Kristus yang setia dan sejati. Hal ini dapat kita lakukan, jika kita,
Sebagai para pendosa, kita dipanggil dan dipilih, tidak hanya untuk menerima belas kasihan, kemurahan dan karunia kelepasan dan keselamatan, tetapi kita juga dipanggil dan dipilih untuk menjadi saksi Yesus Kristus yang setia dan sejati. Hal ini dapat kita lakukan, jika kita,
- memiliki pengakuan dan iman kepada Yesus Kristus, kurban-Nya, kebangkitan-Nya dan kedatangan-Nya kembali, yang nyata dalam kata dan perbuatan kita
- menyelaraskan hidup kita sesuai pengajaran Kristus;
- tidak menghakimi atau menghukum sesama (Luk. 6:37).
- sejak saat ini gemar dan suka memberitakan Injil Kristus dengan penuh keberanian dan semangat, dalam kata dan perbuatan, sebagai persiapan dan langkah awal untuk menerima suatu tugas yang agung dan mulia, yaitu memberitakan Injil Kristus dalam kerajaan Damai Seribu Tahun, dimana saat itu, tidak akan ada lagi hambatan untuk memberitakan Injil Kristus kepada semua manusia, tanpa terkecuali.
Oleh karena itu, sejak saat ini, marilah kita gemar untuk bersaksi dan memberitakan Injil Kristus agar banyak jiwa dapat memperoleh kelepasan dan keselamatan melalui Tuhan Yesus.
Dengan demikian, pada akhir zaman, semua orang yang percaya kepada Yesus Kristus dan yang mengikut Dia, akan diizinkan untuk ikut masuk ke dalam ciptaan yang baru, langit yang baru dan bumi yang baru.
Amin.
Dengan demikian, pada akhir zaman, semua orang yang percaya kepada Yesus Kristus dan yang mengikut Dia, akan diizinkan untuk ikut masuk ke dalam ciptaan yang baru, langit yang baru dan bumi yang baru.
Amin.